GEN-ID🇮🇩| TAHUNA — Laut bukan hanya ruang pertahanan negara. Di wilayah perbatasan utara Indonesia, laut juga menjadi ruang pengabdian. Di tengah pelaksanaan Operasi Siaga Purla (Waspada Jaladi-26) yang digelar di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II, KRI Selar-879 menunjukkan wajah lain TNI Angkatan Laut: hadir sebagai penjaga kedaulatan sekaligus sahabat masyarakat pesisir.
Saat sandar di Pelabuhan Umum Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (4/6), prajurit KRI Selar-879 membagikan paket sembako kepada nelayan dan warga sekitar. Kegiatan sosial itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat yang hidup bergantung pada laut. Kehadiran KRI Selar-879 di wilayah Tahuna sendiri merupakan bagian dari tugas operasi pengamanan wilayah perairan perbatasan dan patroli keamanan laut.
Bakti sosial tersebut dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, S.H.,M.Man., selaku Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II. Melalui kegiatan itu, TNI AL tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang berada di garis depan wilayah maritim Indonesia.
Bagi warga pesisir, bantuan sembako mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat nelayan, kehadiran negara dalam bentuk perhatian dan kepedulian memiliki arti yang jauh lebih besar. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa operasi militer tidak selalu identik dengan patroli dan pengamanan, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan dengan rakyat.
Komandan Satrol Kodaeral VIII, Marvel Fritz, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi sosial yang dilaksanakan KRI Selar-879 merupakan implementasi nyata tugas TNI AL sebagai kekuatan pertahanan yang lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat.
"Menjaga kedaulatan laut tidak hanya dilakukan melalui kehadiran unsur-unsur kapal perang di wilayah perairan strategis, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pesisir," ujarnya.
Bukan kali pertama KRI Selar-879 terlibat dalam misi kemanusiaan. Sebelumnya, kapal perang tersebut juga digunakan dalam penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Kepulauan Sitaro sebagai bagian dari komitmen TNI AL membantu masyarakat di daerah kepulauan.
Di tengah dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks, kehadiran KRI Selar-879 di perairan utara Sulawesi menjadi pengingat bahwa kedaulatan negara tidak hanya dijaga dengan kekuatan senjata dan patroli laut. Kedaulatan juga diperkuat melalui kedekatan dengan rakyat, terutama mereka yang setiap hari menggantungkan hidup di lautan Nusantara.
Karena pada akhirnya, bagi TNI AL, menjaga laut berarti juga menjaga kehidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar