Kota Jambi – Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026, dimaknai secara strategis oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi, Dr. H. Budi Setiawan, SP., MM. Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah, kesejahteraan buruh, dan stabilitas dunia usaha.
Menurut H. Budi, sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto, Partai Golkar memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebijakan yang dihasilkan mampu menjembatani kepentingan pekerja dan pelaku usaha secara berimbang.
“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara buruh, pengusaha, dan pemerintah,” ujar H. Budi.
Ia menjelaskan, Golkar memandang buruh sebagai pilar utama pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan pekerja harus terus diperjuangkan tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha.
Terkait polemik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, H. Budi menegaskan bahwa Golkar melalui fraksinya di DPR mendorong kebijakan yang tetap mengacu pada regulasi, termasuk PP Nomor 49 Tahun 2025. Namun demikian, aspek daya beli pekerja juga menjadi perhatian utama.
“Golkar berusaha berada di posisi tengah, memastikan kenaikan upah tetap adil bagi buruh tanpa memberatkan industri. Keseimbangan ini penting agar roda ekonomi tetap berjalan,” jelasnya.
Selain itu, sosok pengusaha sukses di bidang alat kesehatan ini juga menekankan pentingnya apresiasi terhadap buruh sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menyebut Hari Buruh sebagai momen untuk menegaskan kembali komitmen partainya dalam memperjuangkan keadilan dan perlindungan pekerja.
Di tengah tantangan ekonomi yang dinilai tidak mudah serta adanya gelombang protes terkait UMP 2026, H. Budi mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nasional. Ia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan dialog konstruktif dan menghindari potensi gangguan terhadap ketertiban umum.
“Stabilitas adalah kunci. Kita perlu komunikasi yang baik agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak tanpa merugikan semua pihak,” tutupnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar