KOTA JAMBI.Gen.Ind — Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang jatuh pada 27 April 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan sistem pemasyarakatan di Indonesia. Mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, peringatan ini menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan sistem pembinaan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada reintegrasi sosial warga binaan.
Dr. H. Budi Setiawan, SP., MM menyampaikan bahwa HBP bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas transformasi panjang sejak 27 April 1964, ketika sistem pemenjaraan mulai beralih menjadi sistem pemasyarakatan yang lebih berfokus pada rehabilitasi.
“Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini menjadi bukti nyata bahwa negara terus berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada hukuman, tetapi juga pada perbaikan diri dan masa depan warga binaan,” ujar H. Budi.
Sebagai Ketua Partai Golkar Kota Jambi, ia menekankan bahwa tema tahun ini menjadi dorongan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan di seluruh jajaran pemasyarakatan. Menurutnya, pemasyarakatan harus mampu menghadirkan kerja nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Rangkaian peringatan HBP tahun ini juga diisi dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari bakti sosial, turnamen olahraga, hingga penguatan integritas melalui komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkotika) di berbagai Lapas dan Rutan di Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Selain itu, dalam rangka peringatan HBP, layanan kunjungan tatap muka di sejumlah Lapas pada Senin, 27 April 2026, diliburkan dan kembali dibuka pada Selasa, 28 April 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan peringatan.
H. Budi yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang alat kesehatan di Jambi memaknai HBP sebagai momen refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus meningkatkan komitmen dalam memberikan pembinaan yang berkualitas serta pelayanan prima kepada masyarakat.
“Pemasyarakatan harus menjadi tempat yang produktif, membangun karakter, dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” tegasnya.
Ia berharap, melalui peringatan HBP ke-62 ini, sistem pemasyarakatan di Indonesia semakin maju, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman dan berkeadilan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar