-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Header Ads

UMKM Kreatif Naik Kelas: Lin’s Olshop Tawarkan Aksesoris Handmade Batu Alam Bernilai Estetika Tinggi

Senin, April 27, 2026 | 06.48 WIB | Last Updated 2026-04-26T23:53:30Z
 
Lin's Olshop, Pelaku UMKM aksesoris handmade berbahan batu alam, dirintis oleh Lisma Lianti, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Pussenkav PG Mabesad. Foto: Humas Persit


GENERASI-ID🇮🇩 | Bandung – Industri kreatif berbasis UMKM terus menunjukkan geliat positif, terutama dari sektor kerajinan tangan. Salah satu pelaku yang kini mulai mencuri perhatian adalah Lin’s Olshop, brand aksesoris handmade berbahan batu alam asal Bandung.

Didirikan oleh Lisma Lianti, usaha ini akan ambil bagian dalam ajang Persit Bisa 2, sebuah pameran yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan mereka kepada publik yang lebih luas.

Bernaung dalam lingkungan Persit Kartika Chandra Kirana, Lisma memulai usahanya dari hobi sederhana pada tahun 2014. Siapa sangka, aktivitas merangkai batu alam yang awalnya hanya untuk koleksi pribadi kini berkembang menjadi usaha produktif dengan nilai ekonomi dan estetika yang kuat.


Mengangkat Nilai Lokal dalam Tren Global

Lin’s Olshop menghadirkan produk aksesoris seperti gelang dan perhiasan dengan memanfaatkan batu alam pilihan yang dipadukan dengan elemen logam, termasuk emas. Perpaduan ini menghasilkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki karakter unik dari setiap material yang digunakan.

Keunggulan utama terletak pada proses handmade. Setiap produk dibuat secara manual, mulai dari pemilihan batu, penyusunan warna, hingga perakitan akhir. Hal ini menjadikan setiap item memiliki ciri khas tersendiri dan tidak diproduksi secara massal.

“Setiap detail dikerjakan dengan teliti. Kami ingin menghadirkan produk yang punya nilai seni, bukan sekadar aksesoris,” ujar Lisma.


Peluang Besar di Industri Kreatif

Partisipasi dalam pameran menjadi langkah strategis bagi Lin’s Olshop untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan tren fashion yang semakin mengarah pada produk unik dan personal, aksesoris handmade berbahan alami memiliki peluang besar untuk berkembang.

Tidak hanya menyasar pasar lokal, produk seperti ini juga memiliki potensi menembus pasar global, terutama di segmen konsumen yang menghargai produk artisan dan sustainable fashion.


Pemberdayaan Perempuan Jadi Nilai Tambah

Selain fokus pada produksi, Lisma juga aktif dalam kegiatan pembinaan, khususnya di lingkungan Persit. Meski masih terbatas, upaya ini menjadi langkah awal dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui keterampilan kreatif.

“Harapannya, semakin banyak ibu-ibu yang berani berkarya dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.


Optimisme UMKM di Tengah Tantangan

Di tengah persaingan industri dan tantangan ekonomi, Lin’s Olshop tetap optimistis. Dengan mengedepankan kualitas bahan, desain yang adaptif terhadap tren, serta sentuhan handmade yang autentik, brand ini yakin mampu bersaing dan berkembang.

Kehadirannya di ajang pameran bukan hanya untuk menjual produk, tetapi juga membawa pesan bahwa UMKM berbasis kreativitas memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat.

Lin’s Olshop menjadi contoh bahwa dari hobi sederhana, lahir potensi besar—asal dikelola dengan konsistensi, inovasi, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh.



(GI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Muck Rack

HUKUM

EVENT

Video

×
Berita Terbaru Update