H. Anggi Suryo Kusumo, S.H., M.Si., C.Med, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Sukoharjo Masa Bakti 2025-2030.
GEN-ID๐ฎ๐ฉ | SUKOHARJO – Nuansa khidmat menyelimuti Pendopo Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah pada Minggu (14/2/2026). Di hadapan ratusan pasang mata, H. Anggi Suryo Kusumo, S.H., M.Si., C.Med, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Sukoharjo Masa Bakti 2025-2030.
Menariknya, sosok nakhoda baru ini merupakan seorang abdi negara yang sehari-hari bertugas sebagai penjaga tahanan atau biasa disebut sipir di Rutan Surakarta. Dedikasinya dalam menjaga ketertiban di balik jeruji besi kini meluas ke gelanggang pengabdian olahraga pencak silat di Kabupaten Sukoharjo.
Acara ini dihadiri oleh 320 tamu undangan, menunjukkan soliditas organisasi yang luar biasa. Bupati Sukoharjo hadir yang diwakili oleh Edy Widodo, S.Sos., M.H. dari Dispora Kabupaten Sukoharjo. Turut hadir pula Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd, jajaran Kodim 0726/Sukoharjo, Polres Sukoharjo, KONI, IPSI, serta para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Sukoharjo dan perwakilan pengurus se-Eks Karesidenan Surakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Pengprov Persinas ASAD Jateng, Drs. H. Sutiyono, M.Pd, menekankan pentingnya regenerasi. “Untuk kaderisasi para atlet, diharapkan mampu memilih bibit yang unggul agar dapat bersaing di kancah nasional. Kami berharap pengurus baru dapat mencetak bibit-bibit berkualitas untuk memperkuat IPSI Sukoharjo,” ujarnya.
Sebagai ketua terlantik, H. Anggi Suryo Kusumo, membawa visi besar yang melampaui sekadar kemahiran fisik. Baginya, integritas yang ia pegang dalam profesinya sebagai sipir akan ia bawa ke dalam pembinaan atlet.
“Kami ingin para atlet di Kabupaten Sukoharjo bisa lebih berprestasi di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Kami berkomitmen untuk melakukan proses regenerasi atlet di masing-masing kecamatan,” tegas H. Anggi.
Ia juga menggarisbawahi bahwa fokus utama kepengurusannya adalah keseimbangan antara prestasi dan akhlak. "Seorang atlet tidak hanya dituntut untuk pandai pencak silat, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik, budi luhur, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Persinas ASAD Sukoharjo optimis dapat melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang tidak hanya jago di gelanggang, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat. (Promar Jateng)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar