GEN-ID 🇮🇩 | JAMBI – Massa yang tergabung dalam aksi damai Warga Tolak Zona Merah masih bertahan di depan Kantor ATR/BPN Kota Jambi hingga larut malam, Kamis (3/9/2026). Mereka memilih tetap berada di lokasi sebagai bentuk perjuangan untuk menuntut kepastian hukum terkait status tanah yang diklaim masuk dalam kawasan Zona Merah Pertamina.
Salah seorang peserta aksi, Endang Kusuardani, seorang lawyer di Jambi yang juga menjabat sebagai Ketua RT 24 Kelurahan Kenali Asam, menegaskan bahwa dirinya bersama warga akan bermalam di depan Kantor ATR/BPN Kota Jambi hingga memperoleh kejelasan dari pemerintah.
"Kami tidak akan mundur selangkah pun demi memperjuangkan hak rakyat. Kami hanya meminta kepastian dari pemerintah pusat mengenai hak atas tanah masyarakat yang kini diklaim berada di wilayah Zona Merah Pertamina," ujar Endang.
Menurutnya, perjuangan tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap masyarakat yang menginginkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang telah bersertipikat.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga, terdapat indikasi sekitar 5.506 bidang tanah bersertipikat yang diklaim Pertamina berada di atas Barang Milik Negara (BMN). Rinciannya meliputi:
Simpang III Sipin: sekitar 74 bidang.
Mayang Mangurai: sekitar 64 bidang.
Kenali Asam: sekitar 1.843 bidang.
Kenali Asam Bawah: sekitar 1.314 bidang.
Kenali Asam Atas: sekitar 645 bidang.
Paal Lima: sekitar 918 bidang.
Suka Karya: sekitar 648 bidang.
Sementara itu, Ketua RT 13 Kelurahan Suka Karya, Asep Muliana, berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian terhadap persoalan tersebut. Ia meminta perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jambi, dan Wali Kota Jambi agar permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat segera diselesaikan.
"Kami berharap pemerintah hadir memberikan solusi. Kami akan terus memperjuangkan persoalan ini dan siap menempuh berbagai upaya agar penyelesaiannya berjalan dengan baik serta berpihak kepada masyarakat," kata Asep.
Asep menjelaskan, terdapat tujuh kelurahan yang terdampak klaim Zona Merah Pertamina, yakni Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Paal Lima, Kenali Asam, Simpang III Sipin, Suka Karya, dan Mayang Mangurai.
Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan di depan Kantor ATR/BPN Kota Jambi sambil menunggu adanya tanggapan dan kepastian dari pihak pemerintah terkait tuntutan yang mereka sampaikan.


Lagu Konflik Agraria dari Daldeldol termasuk dalam playlist lagu punk rock tentang petani loh
BalasHapus