GEN-ID ๐ฎ๐ฉ | JAMBI — Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi pada Rabu (16/9/2026) tak menyurutkan semangat Sularno, atau yang akrab disapa Kang Sular, untuk tetap berjualan bakso keliling.
Ayah satu anak tersebut tetap setia mendorong roda ekonominya dari atas motor yang menjadi sarana berjualan. Pada Rabu pagi, Kang Sular terlihat berjualan bakso di depan MTs Nururrodhiyah, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Bagi Kang Sular, panas, hujan, hingga kondisi udara yang kurang bersahabat merupakan tantangan yang harus dihadapi demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Apapun kondisinya saya tetap berjualan karena demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau masalah panas dan hujan itu sudah biasa, apalagi cuma kabut asap,” ujar Kang Sular.
Pria asal Pulau Jawa yang memilih merantau ke Jambi untuk mengadu nasib itu mengaku, berjualan bakso keliling merupakan sumber penghasilan utamanya. Karena itu, ia tetap berusaha berjualan meskipun kondisi sedang tidak ideal.
“Kalau tidak berjualan, saya tidak ada pemasukan, karena pekerjaan saya memang cuma berjualan bakso keliling,” katanya.
Kang Sular dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan ramah. Dengan sederhana, ia terus menjalani aktivitasnya dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari rezeki demi keluarganya.
Namun, kabut asap dan kebijakan pembelajaran daring bagi sebagian pelajar turut berdampak terhadap pendapatannya. Menurutnya, ketika anak-anak sekolah tidak masuk seperti biasanya, jumlah pembeli bakso ikut berkurang.
“Kalau sekarang anak-anak sekolah daring dari rumah, penjualan merosot separuh dari biasanya,” jelasnya.
Di tengah perjuangannya mencari nafkah, Kang Sular menyimpan harapan sederhana. Ia berharap kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi segera menghilang dan hujan turun sehingga kondisi udara kembali membaik.
“Semoga segera turun hujan, anak-anak sekolah bisa kembali seperti biasa, dan omzet penjualan bisa normal kembali,” harap Kang Sular.
Kisah Kang Sular menjadi gambaran sederhana tentang perjuangan seorang perantau yang tetap memilih bekerja dan bertahan di tengah kondisi yang tidak mudah. Baginya, selama masih ada kesempatan untuk mencari rezeki, motor bakso tetap menjadi tumpuan untuk menghidupi keluarga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar