GEN-ID 🇮🇩 | JAMBI — Komite Wilayah Federasi Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (F-SERBUK) Provinsi Jambi menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi dan mogok kerja pada Senin hingga Rabu, 28–30 September 2026. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di depan Kantor PTPN IV Regional IV Jambi, Jalan Lingkar Barat 1, Kota Jambi.
F-SERBUK menyebut sekitar 1.000 buruh akan dilibatkan dalam aksi tersebut. Selain demonstrasi, massa juga berencana mendirikan tenda perjuangan selama tiga hari sebagai bentuk desakan kepada manajemen PTPN IV Regional IV Jambi.
Dalam keterangannya, F-SERBUK menyatakan aksi akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka terkait pencopotan dua pejabat manajerial di lingkungan Kebun Bukit Kausar dipenuhi. Dua nama yang disebut adalah Asisten Umum berinisial Syahdi dan Manajer Kebun Bukit Kausar, Eresyanto.
F-SERBUK juga menyebut akan membawa satu unit buldoser sebagai kendaraan komando dalam aksi. Rencana tersebut, menurut organisasi buruh, merupakan bagian dari simbol perlawanan dan konsolidasi massa pekerja.
Aksi ini disebut merupakan akumulasi persoalan yang berkaitan dengan seorang buruh PKWT bernama Periyanus Halawa. F-SERBUK menuding terdapat persoalan pemotongan upah yang dilakukan secara sepihak terhadap Periyanus pada gaji Agustus 2026.
Menurut F-SERBUK, pemotongan tersebut tercantum dalam slip gaji dengan keterangan “POTONGAN QURBAN”. Organisasi buruh tersebut mempertanyakan mekanisme pemotongan dan penggunaan label tersebut.
Persoalan semakin mencuat setelah keluarga Periyanus mengalami musibah kehilangan bayi. F-SERBUK mengaitkan tragedi tersebut dengan persoalan administratif terkait jaminan kesehatan istrinya, Marni. Mereka menyatakan adanya dugaan keterlambatan atau persoalan administrasi yang berujung pada penolakan layanan gawat darurat selama beberapa jam di RSIA Annisa Jambi.
F-SERBUK juga menuding Periyanus kemudian mendapat ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari pihak manajemen. Atas rangkaian persoalan tersebut, organisasi buruh meminta adanya evaluasi dan tindakan terhadap pihak-pihak yang mereka nilai bertanggung jawab.
Untuk mengantisipasi dampak aksi terhadap pengguna jalan, F-SERBUK mengaku telah menyampaikan surat kepada aparat penegak hukum, termasuk Polda Jambi dan Polresta Jambi. Mereka meminta adanya rekayasa serta pengaturan lalu lintas di kawasan Jalan Lingkar Barat 1 selama aksi berlangsung.
Perwakilan F-SERBUK Jambi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan aksi sampai tuntutan mereka mendapatkan respons.
“Kalian punya jabatan, tapi ingat, kami punya massa. Kami tidak akan mundur satu sentimeter pun sebelum tuntutan kami dipenuhi,” tegas perwakilan F-SERBUK Jambi dalam keterangannya.
F-SERBUK juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas potensi gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini disusun, berbagai tudingan dan tuntutan yang disampaikan F-SERBUK tersebut merupakan pernyataan dari pihak serikat buruh. Konfirmasi dan tanggapan dari manajemen PTPN IV Regional IV Jambi maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut belum dicantumkan dalam keterangan yang diterima.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar