GENERASI-ID | JAKARTA — Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara komite sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat agar tercipta ekosistem pendidikan yang transparan, akuntabel, aman, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Semangat itu mengemuka dalam Roadshow Forum Komunikasi Komite Sekolah Jakarta Timur (FKKSJT) di 10 kecamatan yang kali ini digelar di SMAN 14 Jakarta, Kecamatan Kramat Jati, Selasa (28/7/2026). Kegiatan mengusung tema "Sinkronisasi Pendidikan dan Sosialisasi Pilah Sampah serta Urban Farming di Lingkungan Sekolah".
Roadshow yang merupakan pelaksanaan ke-9 tersebut diselenggarakan FKKS Jakarta Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko, Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri beserta Sekjen Lusiawati, Wakil Camat Kecamatan Kramat Jati Miftah, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang, jajaran Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Satpol PP, Kesbangpol, kepala sekolah, serta pengurus komite sekolah.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Wakil Wali Kota Kusmanto, ditegaskan bahwa setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berhasil. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini juga semakin besar, mulai dari pengaruh pergaulan hingga media sosial yang dapat berdampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan komunikasi yang baik.
"Karena itu keterbukaan antara orang tua dan anak menjadi sangat penting. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam membentuk karakter peserta didik," ujarnya.
Menurut Kusmanto, Roadshow FKKS yang melibatkan Satpol PP, Kesbangpol, hingga kini menggandeng Suku Dinas KPKP telah berhasil membangun kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan berkontribusi dalam menekan angka tawuran pelajar maupun kasus perundungan (bullying).
Ia mengingatkan bahwa Jakarta Timur merupakan wilayah dengan jumlah sekolah terbanyak di DKI Jakarta. Potensi tersebut harus menjadi modal untuk melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter.
Kusmanto juga menyampaikan capaian kolaborasi masyarakat Jakarta Timur dalam bidang sosial. Pengumpulan dana Baznas (Bazis) Jakarta Timur telah mencapai sekitar Rp90 miliar, sedangkan PMI Jakarta Timur berhasil menghimpun sekitar Rp12 miliar.
"Jakarta Timur memiliki tantangan yang besar, tetapi juga memiliki sumber daya yang besar. Kuncinya adalah kolaborasi," katanya.
Selain pendidikan, Kusmanto mengajak seluruh sekolah mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan sampah dari sumber. Sosialisasi telah dilakukan hingga tingkat kelurahan sebagai persiapan implementasi mulai 1 Agustus guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Sinkronisasi Peran Kepala Sekolah dan Komite
Ketua FKKS Jakarta Timur H. Syamsul Bahri mengatakan roadshow ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai tugas dan fungsi kepala sekolah serta komite sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah.
Ia menjelaskan, sinkronisasi pendidikan menjadi ruang dialog agar kepala sekolah dan komite dapat membangun kemitraan yang sehat dan saling mendukung.
"Sinkronisasi ini dilakukan untuk membantu sekolah. Mudah-mudahan keberadaan komite sekolah tidak pernah merugikan sekolah," katanya.
Syamsul menegaskan FKKS tidak pernah memungut iuran dari orang tua siswa. Seluruh kegiatan FKKS, termasuk roadshow, dilaksanakan tanpa membebani wali murid.
Ia juga meminta para pengurus komite sekolah tidak ragu menjalankan tugas sesuai regulasi apabila menghadapi berbagai pertanyaan dari pihak luar.
"FKKS memiliki mitra tim hukum yang siap memberikan pendampingan apabila diperlukan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsul memperkenalkan kepengurusan baru FKKS Kecamatan Kramat Jati sekaligus menyampaikan bahwa Suku Dinas KPKP Jakarta Timur resmi menjadi mitra baru FKKS dalam mendukung program pendidikan berbasis lingkungan.
Komunikasi Menjadi Kunci
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko mengapresiasi inisiatif FKKS yang terus membangun konsolidasi antara sekolah dan komite sekolah di seluruh Jakarta Timur.
Ia menegaskan kepala sekolah memiliki tanggung jawab pada aspek manajemen pendidikan, sedangkan komite sekolah menjalankan fungsi memberikan pertimbangan, dukungan, pengawasan, sekaligus menjadi mediator antara sekolah dan masyarakat.
"Hubungan kepala sekolah dan komite sekolah harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling percaya," ujarnya.
Menurut Sarjoko, komite sekolah dapat memberikan masukan terhadap penyusunan program sekolah, membantu membangun kemitraan dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, serta menjadi jembatan aspirasi orang tua.
Namun demikian, ia mengingatkan agar penggalangan dana tidak dilakukan melalui pungutan yang bersifat tetap dan mengikat kepada orang tua sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.
Sarjoko juga mengapresiasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan berkeadilan.
Ia berharap sekolah mampu menjadi rumah kedua bagi peserta didik, tempat yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan.
"Ketika anak berada di sekolah, kepala sekolah dan guru adalah orang tua mereka. Sebaliknya, orang tua juga tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada sekolah," katanya.
Pendidikan Berwawasan Lingkungan
Kegiatan roadshow juga diisi paparan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur Horale Tua Simanullang mengenai sinkronisasi pendidikan berdasarkan UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Perlindungan Anak, PP Nomor 17 Tahun 2010, serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.
Ia menegaskan regulasi tersebut menjadi landasan agar kepala sekolah dan komite sekolah dapat bekerja secara tenang, aman, dan berorientasi pada kebahagiaan belajar peserta didik.
Sementara itu, tim Suku Dinas KPKP Jakarta Timur memaparkan pentingnya pengembangan urban farming sebagai bagian dari pendidikan karakter dan ketahanan pangan di sekolah. Melalui pemanfaatan lahan terbatas, hidroponik, vertikultur, hingga tabulampot, peserta didik diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Sudin KPKP juga menyatakan siap memberikan pendampingan teknis, bantuan bibit, benih, serta sarana pendukung bagi sekolah-sekolah yang mengembangkan pertanian perkotaan.
Program tersebut diharapkan berjalan seiring dengan gerakan memilah sampah dari sumber sehingga sekolah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran akademik, tetapi juga pusat pembentukan karakter peduli lingkungan.
Melalui Roadshow FKKS Jakarta Timur, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi antara sekolah, komite sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, transparan, ramah anak, serta melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan siap menghadapi masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar