GENERASI-ID | JAKARTA TIMUR - Langkah nyata menuju transformasi pendidikan yang berkarakter dan berkelanjutan kembali ditunjukkan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur. Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung C Kantor Walikota Jakarta Timur, telah dilaksanakan acara "Pelantikan Bersama Pengurus Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kecamatan" untuk periode terbaru.
Pelantikan ini melibatkan 153 orang pengurus baru dari 6 wilayah kecamatan, yaitu Cipayung, Duren Sawit (Dursa), Jatinegara, Matraman, Pasar Rebo, dan Pulo Gadung. Mengusung tema "Bergerak Bersama Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Jakarta Timur", acara ini didukung penuh oleh Alfamart sebagai sponsor utama.
Kemeriahan Pembukaan dan Prosesi Sakral Pelantikan
Suasana khidmat langsung terasa sejak pagi hari saat para tamu VIP, tamu undangan perwakilan FKKS per kecamatan, serta deretan vendor yang menyemarakkan acara mulai memadati meja registrasi. Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Pelajar Pancasila, disusul dengan penampilan tarian pembuka Roda Ruyuk yang memukau dari siswa-siswi SMPN 167 Jakarta. Setelah sesi doa bersama untuk kelancaran organisasi ke depan, Ketua Panitia Acara, Lusiawati, SE., menyampaikan laporan pembukaannya.
Momen puncak acara ditandai dengan pembacaan SK Pengurus Baru, deklarasi kesediaan menjadi pengurus FKKS, serta penyerahan pataka FKKS kepada masing-masing perwakilan kecamatan. Prosesi pelantikan berjalan tertib yang dibagi per kecamatan (Cipayung, Duren Sawit, Jatinegara, dilanjutkan Matraman, Pasar Rebo, Pulo Gadung). Di tengah acara, kehadiran Kepala BNN Jakarta Timur Kombes Pol Almas turut disambut hangat oleh jajaran pejabat yang telah hadir terlebih dahulu.
Arahan Strategis dan Komitmen Organisasi
Ketua Umum FKKS Jakarta Timur, Syamsul Bahri, dalam sambutannya mengingatkan seluruh pengurus baru untuk menjaga komitmen dalam berkontribusi karena peran komite sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat. Beliau meminta pengurus aktif menjalin kedekatan dengan pemerintah setempat, terutama Camat, guna mempermudah berbagai program kolektif sekolah. Pada kesempatan itu, beliau juga mengumumkan program kolaborasi kemanusiaan berupa kegiatan donor darah bersama PMI Jakarta Timur.
Apresiasi tinggi datang dari Walikota Jakarta Timur yang diwakili oleh Asisten Administrasi Kota, Achmad Salahudin. Selain menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Walikota karena agenda rapat pimpinan di Balaikota, beliau berharap FKKS Jakarta Timur dapat terus berkembang hingga ke tingkat provinsi. Menurutnya, sinergi kuat antara Sekolah, Masyarakat, dan Pemerintah adalah kunci utama mewujudkan generasi unggulan masa depan.
Motivasi organisasi yang membakar semangat juga disampaikan oleh Kepala Kesbangpol Jakarta Timur, Eliezer Hutapea, M.Si. Beliau menyebut FKKS sebagai ormas paling unik dan solid dari 8.870 ormas yang ada di Jakarta Timur. Eliezer menegaskan bahwa kesuksesan organisasi bertumpu pada komitmen penuh anggotanya dengan jargon "TAAT" (Tidak Ada Alasan, Titik) demi kemajuan bersama, serta menantang jajaran KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) untuk memperluas jejaring sosial.
Pembekalan Materi: Menuju "Generasi Emas 2045"
Salah satu agenda krusial dalam acara ini adalah pemaparan materi penguatan yang dibawakan langsung oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Jakarta Timur Wilayah 2, Horale Tua Simanullang.
Mengacu pada landasan hukum yang kuat—mulai dari UUD 1945 Pasal 31, UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, PP No. 17/2010, hingga Permendikbud No. 75/2016 tentang Komite Sekolah—Horale menekankan pentingnya membangun kemitraan berkelanjutan demi mutu pendidikan.
Horale Tua memaparkan bahwa Tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan siswa menjadi manusia seutuhnya yang mencakup 6 aspek utama:
1. Spiritual: Beriman dan berakhlak mulia.
2. Intelektual: Berilmu dan cerdas.
3. Jasmani: Sehat dan kuat.
4. Kreatif: Inovatif dan berdaya cipta.
5. Mandiri: Tanggung jawab personal.
6. Demokratis: Menjadi warga negara yang baik.
Untuk mewujudkannya, Horale menjabarkan 4 Fungsi Utama Komite Sekolah berdasarkan Permendikbud No. 75/2016, yaitu sebagai Pemberi Masukan (strategi kurikulum, fasilitas, kebijakan), Pendukung (mobilisasi sumber daya & advokasi), Pengawas (transparansi & akuntabilitas program), dan Mediator (penghubung sekolah dengan masyarakat).
Dia mengingatkan adanya tantangan nyata saat ini, seperti kesenjangan kualitas antar sekolah, harmonisasi lingkungan, optimalisasi komunikasi, dan tantangan psikososial siswa. Solusi mutlak atas tantangan ini adalah Sinkronisasi Strategis antara Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. Kerja sama ini harus berlandaskan pada Satu Visi (tujuan jelas), Satu Komitmen (kolaborasi kuat), Satu Aksi (langkah nyata), dan Satu Dampak (generasi gemilang).
Di akhir pemaparan, beliau menegaskan bahwa peran hebat pengurus hari ini adalah investasi bagi lahirnya Generasi Emas 2045.
Penutupan dan Harapan Baru
Menjelang siang, Wakil Walikota Jakarta Timur sekaligus Pembina FKKS Jakarta Timur turut hadir memberikan penguatan. Beliau mengapresiasi kolaborasi kemanusiaan dengan PMI, di mana Jakarta Timur tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi terbesar. Beliau juga menginstruksikan para pengurus yang baru dilantik untuk segera berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah wilayah setempat demi keberlanjutan amanah tugas.
Acara yang berlangsung sukses dan penuh semangat ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dibagi dalam beberapa sesi: Pejabat bersama Pengurus FKKS Kota Jaktim, bersama Panitia, serta foto bersama pengurus FKKS per masing-masing kecamatan.
Selamat bertugas kepada seluruh pengurus baru FKKS 6 Kecamatan Jakarta Timur!
Laporan: Ida Farida | Editor: Mahar Prastowo




Tidak ada komentar:
Posting Komentar