-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Header Ads

“Kota Jambi Bahagia?” Sampah Menumpuk Dekat Rumah Wali Kota, Rosyid: Kebijakan Perlu Dievaluasi

Minggu, Juni 14, 2026 | 08.54 WIB | Last Updated 2026-06-14T01:54:51Z


KOTA JAMBI.Gen.Ind – Slogan “Kota Jambi Bahagia” kembali dipertanyakan publik. Di tengah gencarnya program kebersihan yang digaungkan pemerintah, tumpukan sampah justru terlihat mencolok di pinggir jalan di Kecamatan Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Minggu (14/6/2026). Ironisnya, lokasi tersebut tak jauh dari kediaman Wali Kota Jambi.


Pemandangan ini memicu kritik tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Alam Barajo, M. Rosyid atau yang akrab disapa Rosyid Jurnalis. Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pengelolaan sampah saat ini belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukti bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sementara saat ini, justru pemerintah sedang gencar menghancurkan TPS yang ada,” tegas Rosyid.


Menurutnya, kebijakan tersebut semakin membebani masyarakat, terlebih dengan diberlakukannya iuran pengangkutan sampah yang dikelola di tingkat RT. Ia menilai, kebijakan ini tidak selaras dengan semangat program pro-rakyat yang digaungkan pemerintah kota.

“Semestinya iuran itu ditiadakan jika memang program ini benar-benar pro rakyat,” ujarnya.


Rosyid juga menyoroti kondisi ekonomi warga yang tidak merata. Ia menyebut, tidak semua masyarakat mampu membayar iuran tambahan di tengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat.

“Kasihan masyarakat. Ekonomi mereka tidak sama. Jangankan untuk bayar iuran sampah, untuk kebutuhan sehari-hari saja masih ada yang kesulitan,” tambahnya.


Ia pun berharap Wali Kota Jambi, Maulana, dapat mengevaluasi kebijakan yang ada dan lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Menurutnya, upaya menciptakan kota yang bersih tidak boleh mengabaikan beban yang dirasakan warga.

“Jangan hanya ingin Kota Jambi terlihat bersih, tapi masyarakatnya justru terbebani. Kebijakan harus benar-benar pro rakyat, bukan sekadar slogan,” tutup Rosyid.


Kondisi ini menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Jambi. Di satu sisi, ambisi mewujudkan kota bersih terus digaungkan, namun di sisi lain, persoalan mendasar seperti ketersediaan TPS dan beban iuran warga masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

2 komentar:

  1. Wako Jambi terlampau berani membongkar TPS seharus nya menambah TPS mungkin ini bagian dari proyek ,tampa memikirkan sebab akibat nya,.mau di kemanakan itu sampah ??..apakah harus di telan lewat tenggorokan?? ??

    BalasHapus


Muck Rack

HUKUM

EVENT

Video

×
Berita Terbaru Update