-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Header Ads

Siap Menang, Siap Kalah: Sportivitas Jadi Pesan Utama di SPENDUBIT CUP 2026

Selasa, Maret 03, 2026 | 07.05 WIB | Last Updated 2026-03-03T00:06:56Z

GEN_ID🇮🇩| BITUNG -— Pembukaan SPENDUBIT CUP 2026 di SMP Negeri 2 Bitung, pekan ini, bukan sekadar seremoni olahraga antar pelajar. Di tengah gegap gempita tepuk tangan dan yel-yel peserta, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Fonny Tumundo, S.Pd., M.Pd., menyelipkan pesan yang terasa lebih dari sekadar formalitas pertandingan.

“Dalam pertandingan harus siap menang dan siap kalah, dan harus menjunjung sportifitas,” kata Fonny dalam sambutannya. Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, di tengah maraknya praktik kecurangan, konflik antar-suporter sekolah, hingga tekanan prestasi yang kerap membebani pelajar, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kompetisi sejatinya adalah ruang pembentukan karakter, bukan sekadar perebutan trofi.

SPENDUBIT CUP 2026 mempertemukan berbagai cabang olahraga pelajar, dengan dukungan sejumlah pemangku kepentingan olahraga daerah. Hadir Kepala SMP Negeri 2 Bitung Tommy Moudy Patah, Ketua Asosiasi Futsal Sulawesi Utara Meyvo Rumengan, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Kota Bitung Jhon Maikel Sondakh, Wakil Ketua Perbasi Bitung Regin Rotinsulu, hingga Kepala SMP Negeri 4 Manado Rahman Mengopa. Kehadiran mereka menandakan bahwa turnamen ini bukan agenda seremonial belaka, melainkan bagian dari ekosistem pembinaan olahraga usia sekolah.

Namun pertanyaannya, sejauh mana komitmen sportivitas itu benar-benar dijaga? Kompetisi pelajar kerap kali terjebak pada ambisi sekolah untuk mengejar reputasi. Tekanan untuk menjadi juara bisa menggeser esensi pendidikan itu sendiri. Dalam konteks inilah pernyataan Fonny diuji. Apakah nilai siap menang dan siap kalah akan konsisten ditegakkan—termasuk dalam pengawasan wasit, transparansi aturan, dan pembinaan pasca-turnamen?

Fonny menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dipisahkan dari pembentukan karakter. “Kita ingin anak-anak tidak hanya hebat secara prestasi, tapi juga kuat secara mental dan bermartabat dalam bertanding,” ujarnya. Pernyataan itu sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh panitia, pelatih, dan sekolah peserta: memastikan SPENDUBIT CUP 2026 benar-benar menjadi panggung pendidikan karakter, bukan sekadar kompetisi yang selesai saat medali dibagikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Muck Rack

HUKUM

EVENT

Video

×
Berita Terbaru Update