-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Header Ads

Dansatrol Kodaeral VIII Buka Ruang untuk Media, Transparansi atau Sekadar Silaturahmi?

Jumat, Februari 13, 2026 | 13.24 WIB | Last Updated 2026-02-14T10:32:05Z
(dok, google) 
GEN_ID🇮🇩| BITUNG, Jumat 13 Febriari 2026 — Di tengah tuntutan transparansi publik terhadap institusi negara, Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral VIII menerima audiensi sejumlah anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), pekan ini. Pertemuan itu disebut sebagai upaya memperkuat sinergi dengan media. Namun, sejauh mana kemitraan tersebut akan bermuara pada keterbukaan informasi, masih menjadi pertanyaan.

Komandan Satrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D SE MTr Hanla CHRM, menegaskan bahwa kunjungan insan pers merupakan langkah positif untuk membangun komunikasi dua arah antara institusi militer dan publik.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan rekan-rekan media. Semakin banyak mitra media yang datang, semakin terbuka ruang komunikasi. Harapannya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat objektif, faktual, dan sesuai etika jurnalistik,” ujar Dansatrol dalam pertemuan tersebut.

Satrol merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang memiliki mandat menjaga keamanan laut sekaligus membina potensi maritim di wilayah kerjanya. Peran itu tidak hanya bersifat pertahanan, tetapi juga menyentuh sektor perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Dalam pernyataannya, Dansatrol mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan kegiatan yang berdampak positif, baik secara internal maupun bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin hubungan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Ke depan, kita bukan hanya mitra, tetapi bersinergi membangun wilayah kerja. Media menjadi jembatan agar masyarakat mengetahui apa yang kami kerjakan,” katanya.

Meski demikian, relasi antara institusi pertahanan dan media bukan tanpa tantangan. Keterbukaan informasi di lingkungan militer kerap berbenturan dengan alasan keamanan dan kerahasiaan tugas. Dalam konteks itu, komitmen terhadap informasi yang objektif dan dapat diverifikasi menjadi kunci.

Dansatrol menekankan bahwa kritik dan penilaian publik adalah hal yang wajar.

“Dalam setiap pemberitaan pasti ada penilaian positif maupun negatif. Itu bagian dari dinamika. Yang terpenting, kami di sini berupaya menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan Angkatan Laut dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana akrab. Namun, publik akan menilai sejauh mana pertemuan tersebut benar-benar menghasilkan transparansi dan akuntabilitas, bukan sekadar mempererat hubungan simbolik antara aparat dan media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUKUM

EVENT

Video

×
Berita Terbaru Update